Category: Senandika

menulis 10

Menulislah! Maka Kau Akan Abadi

Kalau soalnya adalah mendaki, kamu juga mendaki. Namun, mengapa nama Gie abadi? Karena ia menulis. Menulis membuat hidupmu tak berhenti. ~ Kang Epi ~  Dalam perjalanan hidup saya ada banyak mimpi dan cita yang...

nona-cahaya-2 8

Nona Cahaya

Bagi banyak orang mungkin perjalanan adalah pelajaran untuk menemukan. Namun bagi saya, perjalanan adalah saat dimana saya harus belajar melepaskan. Perjalanan mengajarkan saya tentang ketidakabadian. Bahwa segala sesuatu ada batasnya, ada masanya. Kita harus...

dirgahayu-jogja 5

Selamat Ulang Tahun, Jogja!

Jogja itu tentang kesal yang tak timbulkan sesal, tentang rindu yang menjadi candu, tentang singgah yang menjadi rumah. Jogja adalah tempat dimana saya berani untuk berdiri meski sendiri dan berani berjuang walau tak selalu menang....

senja-indah 7

Minggu Melamun: Kemilau Senja

Pada sebuah kepulangan setelah perjalanan ke timur, pikiran saya melompat-lompat tanpa henti. Kala itu saya duduk sendiri di kursi paling ujung, dekat dengan pintu gerbong sekaligus bersebelahan dengan toilet. Jika tak ada kawan yang...

ibu dan bayi pendaki 26

Salam Kenal, Gunung!

Renjana, hari ini lunas sudah janji ibu untuk mengenalkanmu pada dinginnya udara subuh di tempat tinggi, kerlip cahaya lampu kota di kejauhan, kemilau bintang di langit luas, hingga sejuknya embun yang jatuh dan menetes...

pic by: Daru Tunggul Aji 6

Minggu Melamun: Tentang Hidup

Semacam pengantar Halo sidang pembaca yang budiman, apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat sentosa dan bahagia ya. Saya juga lagi seneng nih, ada banyak hal-hal baik yang terjadi dalam minggu terakhir di bulan...

pantai-wediombo-ranselhitam-2 29

Tentang Ibu Traveling dan Nyinyiran Kanan Kiri

Kemarin saya membaca blogpost terbaru Pungky yang judulnya “Pergilah Bu, Kami Baik-Baik Saja”. Membaca tulisannya yang curcol sekaligus pamer terselubung itu (ahahaha, you did it Pung!) saya senyum-senyum sendiri sambil mikir banyak hal. Yang...

Dimanapun merah putih selalu berada di tiang tertinggi 3

Dear, Indonesia. Dirgahayu!

Mentari belum sepenuhnya tenggelam saat kami duduk bersisian di pantai berpasir putih itu. Kami berbincang tentang hidup, karir, cinta, impian, isme-isme yang berjajar di rak buku usang, berbincang apa saja. Gelak tawa yang membuncah...