Category: Senandika

senja-indah 7

Minggu Melamun: Kemilau Senja

Pada sebuah kepulangan setelah perjalanan ke timur, pikiran saya melompat-lompat tanpa henti. Kala itu saya duduk sendiri di kursi paling ujung, dekat dengan pintu gerbong sekaligus bersebelahan dengan toilet. Jika tak ada kawan yang...

ibu dan bayi pendaki 26

Salam Kenal, Gunung!

Renjana, hari ini lunas sudah janji ibu untuk mengenalkanmu pada dinginnya udara subuh di tempat tinggi, kerlip cahaya lampu kota di kejauhan, kemilau bintang di langit luas, hingga sejuknya embun yang jatuh dan menetes...

6

Minggu Melamun: Tentang Hidup

Semacam pengantar Halo sidang pembaca yang budiman, apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat sentosa dan bahagia ya. Saya juga lagi seneng nih, ada banyak hal-hal baik yang terjadi dalam minggu terakhir di bulan...

pantai-wediombo-ranselhitam-2 29

Tentang Ibu Traveling dan Nyinyiran Kanan Kiri

Kemarin saya membaca blogpost terbaru Pungky yang judulnya “Pergilah Bu, Kami Baik-Baik Saja”. Membaca tulisannya yang curcol sekaligus pamer terselubung itu (ahahaha, you did it Pung!) saya senyum-senyum sendiri sambil mikir banyak hal. Yang...

3

Dear, Indonesia. Dirgahayu!

Mentari belum sepenuhnya tenggelam saat kami duduk bersisian di pantai berpasir putih itu. Kami berbincang tentang hidup, karir, cinta, impian, isme-isme yang berjajar di rak buku usang, berbincang apa saja. Gelak tawa yang membuncah...

6

Salam Kenal, Laut!

Renjana, hari ini lunas sudah janji ibu untuk mengenalkanmu pada birunya laut, gemuruh debur ombak, dan hamparan pasir luas. Ini baru awalnya. Kelak, ibu akan membawamu ke pantai-pantai jauh yang dihiasi batu granit raksasa,...

ed-cross-day-ransel-hitam 5

Palang Merah Indonesia, Ada Dimanapun Untuk Siapapun

Jogja, Akhir Mei 2006 Mentari masih mengintip malu-malu saat goncangan besar itu datang dengan tiba-tiba. Hanya dalam hitungan 57 detik, tak sampai 1 menit, gempa berkekuatan 5,9 SR meluluhlantakkan Jogja bagian selatan dan sebagian...

melangkah bersama menggenapi rencana Sang Pencipta 4

Genggaman yang Menguatkan

Boleh saja Puthut EA menulis novel keren berjudul “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu”, tapi bagiku kamu hadir di saat yang cukup tepat. Saat dimana aku tersesat dalam labirin rasa pada orang yang tidak tepat...

Mudik, menuju udik, pulang ke akar 3

Mudik

Siapa sih yang nggak kenal istilah mudik. Kembali ke kampung, kembali ke udik, kembali ke asal. Di negara seperti Indonesia yang mengusung nilai-nilai kekerabatan yang begitu tinggi, mudik menjadi satu hal yang lazim dilakukan...

3

Teruntuk Lelakiku, Renjana Suluh Arcapada

Jika ada rindu yang paling tabah, itu adalah milik ibu yang menanti kelahiranmu. Dan jika ada cinta pada pandangan pertama, itu adalah milik ibu yang sudah lebih dulu mencintaimu bahkan sebelum bertemu. Selamat datang...