Category: Senandika

Ransel Hitam 2

Setahun Menata Hati & Melangkah Sendiri

Ternyata sudah setahun lebih satu bulan ya. Gak kerasa. Waktu sepertinya berjalan sangat cepat dan semakin cepat. Masih ingat jelas bagaimana saat-saat pertentangan hati dimulai, antara terus bertahan untuk berjalan beriringan atau memutuskan untuk...

9

Kereta – Perjalanan – Kamu

Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela Dari tempatkiu bersandar seiring lantun kereta Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna (Padi, Perjalanan Ini) Lagu ini merupakan salah satu soundtrack utama tiap...

17

Sebelum Selamanya*

Akhirnya pada temaram sinar purnama ke tujuhpuluh yang tepat menghunjam jantung bumi kau mendatangiku yang sedang duduk dibawah pohon kamboja tua dikelilingi merah muda bunga-bunga nan berjatuhan satu persatu tertiup angin malam dari selatan....

4

Lelaki dan Telaga Pada Suatu Senja

Seorang lelaki, bergerak melintasi anak tangga dengan dinding tanah merah di sisinya. Langkahnya panjang dan cepat. Berpacu dengan waktu. Seolah ada yang tengah menanti di atas sana. Di belakangnya, saya mengekor dengan pelan. Lambat...

3

Untukmu yang Mencintai Kabut dan Ketinggian

Untukmu yang mencintai kabut dan ketinggian Halo, apa kabar ladang edelweis dan pucuk cantigi pagi ini? Apakah sudah mulai mekar? Kau tau, di sepanjang jalan yang kulewati bunga-bungan juga bermekaran indah, meski aku tau...