Dear Faa

Hai nyet, piye kabarmu? Aku yakin kamu disana pasti lagi cengar cengir kegirangan atau malah lagi tidur sambil ngowoh.

Tanpa terasa sudah setahun ya kamu pergi meninggalkanku dan kawan-kawan. Rasanya waktu cepat sekali berlari. Dulu aku masih single, ceria, keren, dan sekarang aku sudah jadi calon emak-emak, ceria dan tetap keren hahaha. Seperti pedoman kita dulu Faa, biar kere asal sombong. Masa muda kita adalah masa muda yang indah. Kita keren dan selamanya akan tetap keren.

Kita keren dan selamanya tetap keren!

Kita keren dan selamanya tetap keren!

Kemarin aku mampir ke rumahmu Faa. Ada pohon kamboja kecil berbunga tiga yang tumbuh di pusaramu. Aku nggak ngerti itu siapa yang nanam, mungkin sahabatmu bisa juga keluargamu. Aku membayangkan kau pasti akan tersenyum kegirangan saat kelak pohon kamboja itu membesar dan berbunga lebat. Tempat istirahatmu akan menjadi teduh dan wangi.

Di rumahmu kemarin aku juga melihat kotak nescafe french vanilla. Aha, itu pasti pemberian salah satu sahabatmu yang tau bahwa kau penggemar berat kopi. Faa, meski kamu sudah pergi jauh masih ada banyak orang yang sangat menyayangimu lho. Di dinding facebookmu masih kerap kutemui pesan-pesan rindu dari mereka. Kowe ki ncen ngangeni, nyet!

Faa, aku mau cerita satu hal. Kamu tau nggak? Salah satu alasanku berani memutuskan untuk menikah di tahun ini adalah kepergianmu. Ya, setelah kamu pergi begitu mendadak aku seperti ditampar dan disadarkan bahwa sejatinya tidak ada yang abadi di dunia ini. Sahabat satu persatu datang dan pergi. Kelak, satu-satunya yang akan setia bersama kita hingga akhir hanyalah pasangan kita. Jadi untuk apa takut menikah? Jadilah pemberani!

Kedengarannya aneh ya? Tapi memang begitu kenyataanya. Lewat kepergianmu juga aku jadi semakin sadar betapa penting dan berartinya sahabat-sahabat kita. Selama ada kesempatan, luangkan waktu sesering mungkin untuk berbincang dengan para sahabat dan jangan ragu untuk mengungkapkan betapa berharganya mereka bagi kita.

Faa, sebenarnya ada banyak bahkan sangat banyak hal yang pengen aku gosipin sama kamu seperti saat kita bergosip di Warung Senja. Banyak pula hal yang masih pengen aku lakukan bersamamu dan sahabat-sahabat kita yang lain. Aku juga masih pengen berbagi lagu sama kamu, mulai dari lagunya Payung Teduh, Float, Banda Neira, Fiersa Besari, hingga Didi Kempot haha.

Ah tapi sudahlah. Untuk apa menginginkan hal yang tidak mungkin terjadi. Aku sudah nggak sedih lagi lho kalau ingat kamu. Aku justru senang karena bisa mengenalmu dalam tahun-tahun terakhir hidupmu. Kelak saat anakku lahir dan beranjak besar, akan kuceritakan padanya bahwa ada seorang gadis ceria, tangguh dan pemberani bernama Elok Faaiqoh.

Sebelum aku tutup surat ini aku pengen ngasih kamu satu lagu Faa. Lagu yang dulu sering kita putar dan kita bahas di YM maupun sms, dan pernah kamu jadikan postingan blog. Apa lagi kalau bukan lagunya Ipang “Tak kan ada gantinya”.

Ku ingin kau tau tak kan ada habisnya, ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Ku ingin kau tau kau tetap di hatiku,ada yang harus kau mengerti, kau takkan ada gantinya…

Ya, sampai kapan pun kau tak kan pernah tergantikan, Faa. Teruslah bersenang-senang di surgaNya ya.

P.S Artikel ini saya publish pertama pada tanggal 9 September 2014 untuk mengenang 1 tahun kepergian Faa. Namun berhubung blog error artikel ini turut hilang. Sebagai pengingat maka artikel ini saya publish ulang.

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

Sharing yuk!