Minggu Melamun: Tentang Mbak Nafa Urbach dan Janji Nikah

Saya followernya lambeturah. Info nggak penting sih, tapi ini perlu ditulis. Seperti mamak-mamak lainnya yang haus gosip. Saya pun begitu. Berhubung males nonton infotaiment di TV jadi mending follow IGnya lambeturah aja. Daripada sekrol-sekrol IG mantan yang bikin baper mending sekrol-sekrol ig aku gosip kan yak?

Nah berawal dari sekrol-sekrol timeline itu akhirnya saya tahu gosip terbaru, tentang suaminya Mbak Nafa Urbach yang ada affair dengan NM. Eh nggak tau juga sih kebenarannya gimana, pokoknya ada video yang nunjukin kedekatan mereka gitu deh. Terang saja barisan ibu-ibu anti pelakor langsung mencak-mencak dong. Saya sampe senyum-senyum sendiri baca komen-komen mereka. Ganas euy!

Lalu saya iseng sekrol-sekrol lagi (duh selo amat Sash uripmu ngepoin akun gosip) dan lihat komentar Mbak Nafa Urbah tentang video tersebut. Intinya kurang lebih bahwa di masa sulit ini dia akan tetap setia mendampingi dan mendoakan sang suami supaya bisa kembali ke jalan yang benar. Bahwa apa yang sedang terjadi dalam hidupnya ini adalah proses menyakitkan yang akan membentuk hidup.

jani-nikah

Gleeek. Membaca itu saya langsung diam dan pikiran melayang kemana-mana. Tiba-tiba saya teringat janji nikah yang saya ucapkan di depan altar 2 tahun silam.

Saya, Elisabet Murni menerima  engkau, Chandra Cahyanto, menjadi satu-satunya suami dalam pernikahan yang sah untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya. Saya berjanji bahwa saya tidak akan pernah menceraikan suami saya, Chandra Cahyanto, dengan alasan apapun. Saya berjanji akan selalu tunduk dan mengasihi suami saya baik dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat. Saya menerima Chandra Cahyanto dengan segala kekurangannya, kelebihannya, serta hal-hal yang belum saya mengerti tentangnya. Di hadapan Tuhan Yesus Kristus, keluarga, bapak ibu gembala, dan sidang jemaat semua, saya ucapkan janji setia ini dengan sepenuh hati.

Mungkin janji nikah Mbak Nafa beda dengan janji nikah yang saya ucapkan, tapi saya yakin pasti ada bagian “Tidak akan pernah menceraikan dalam situasi apapun” dan “menerima dalam suka dan duka, kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan sehat”. Dan dia memegang janji itu dengan sungguh-sungguh.

Saat ini suaminya sedang berada dalam masa kejatuhan. Adalah sangat wajar dan sangat bisa diterima jika Mbak Nafa memilih untuk menceraikannya dan meninggalkannya pergi. Tapi dia bilang seperti ini “kalau saya tinggalkan dia dalam kondisi seperti ini, lantas siapa yang akan mendampingi dan mendoakannya?” lagi-lagi saya termenung.

Lantas saya teringat dengan buku yang sudah saya baca berminggu-minggu yang lalu namun belum selesai-selesai juga. Judulnya Sacred Influence karangan Gary Thomas. Garis besar buku ini adalah tentang bagaimana Allah memakai istri untuk menjadi penolong serta mempengaruhi para suami dengan cara-cara yang positif dan tentunya sesuai dengan kehendak Allah.

Ada banyak hal yang saya suka dari buku ini. Yang bagian pertama tentu saja bagian dimana saya dibukakan kembali tentang peran penting wanita di dunia serta bagaimana Allah memandang dan memperlakukan wanita. “Ribuan tahun sebelum feminisme muncul, Tuhan telah secara konstan membela kaum wanita, meninggikan mereka di segala kisah kehidupan”.

Dalam kepercayaan yang saya anut, wanita disebut sebagai penolong kaum pria. Karena itu wanita diciptakan dari tulang rusuk dan bukan tanah liat. Tulang jauh lebih kuat dibanding tanah. Dan penolong harus jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang ditolong. Lagi-lagi kembali ke kasus Mbak Nafa, dari apa yang terjadi dia suah menunjukkan kualitasnya sebagai seorang wanita sejati, sebagai penolong. Dan ini pun mengingatkan saya. Sash! Kamu perempuan. Karena itu kamu harus kuat, harus tangguh, dan harus mampu menjadi penolong bagi pasanganmu.

Ada banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa hubungan yang sudah kacau kok masih dipertahankan dan tidak diakhiri saja. Hei hei hei, buat saya itu adalah pikiran yang sangat cetek. Saya percaya dalam Tuhan tidak ada hati yang terlalu hancur untuk disembuhkan, atau hubungan yang terlalu buruk sehingga sulit dipulihkan. Di dalam Dia selalu ada jalan. Tergantung kitanya aja sih, mau mengandalkan Dia atau enggak. Karena itu jangan pernah lelah untuk mempertahankan hubungan dan terus berdoa supaya Tuhan yang menjaga hubungan kita dan tiap langkah yang kita ambil.

Pernikahan bukan semata tentang hubungan yang indah antara suami dan istri. Namun jauh lebih itu, pernikahan adalah hubungan antara suami istri dan Tuhan. Selama kita menempatkan iman dan pengharapan tertinggi kepada Tuhan, maka apa pun yang terjadi pada pasangan kita akan membuat kita semakin mendekat pada Tuhan. Bahkan dalam kondisi sesulit dan seburuk apapun.

Tidak ada hati yang terlalu hancur untuk dipulihkan, tidak ada. Tidak ada hubungan pernikahan yang terlalu buruk untuk dipulihkan, tidak ada. Karena Dia Maha Segala.

Betewe setelah saya resapi berulang kali ternyata janji nikah itu berat banget yak.

 

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

35 Responses

  1. Iya jeng, janji nikah kita emang berat, apapun yg terjadi tidak boleh ada perceraian. Tapi itu juga benar ,coba kalo enggak banyak org yg ekonomi sulit cerai, pasangan sakit cerai, dikit2 cerai, tidak ada perjuangan utk mempertahankan.

  2. mira says:

    arti pernikahan itu daleeeem bgt ya…saya ternyuh membacanya..boleh saya copas beberapa bagian ya mbak,karena kalimat nya berarti…

  3. Bimakuru says:

    wow, “penolong harus jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang ditolong”
    setuju banget !

  4. Linda says:

    Merinding waktu baca artikel ini (udara dingin, habis ujan😁 hihihi)
    Tapi bener banget mba, kalo kata suamiku, pernikahan itu kontrak seumur hidup yg disatukan Tuhan. Jadi ga ada persidangan atau yg lainnya bisa memisahkan suami istri kecuali maut. Kalo kita cerai, trus nikah lagi sm org lain, walau kata dunia itu sah, tapi itu zinah dimata Tuhan.

    • Terimakasih Mbak Linda sudah berkunjung dan membaca tulisan ini :)
      Iya sepakat. Itu sebabnya pernikahan bukan ajang main-main dan harus dipergumulkan dengan baik-baik. Once for a lifetime.

  5. Odelia says:

    Dalam sekali mba elisabeth..saya suka sekali dengan statement wanita diciptakan dari tulang rusuk bukan tanah liat. Penolong harus lebih kuat dari yang ditolong.

  6. Wiwin says:

    Terkadang hanya dengan melepas ego, kelapangan hati akan didapat.
    Dengan mengucap 1 kata pembuka setelah beberapa waktu sunyi tanpa dialog, hati juga menjadi cair.

  7. Evi juniar says:

    Janji pernikahan itu bukan saja janji utk pasangan kita. Tapi janji kita dengan Tuhan kita.

  8. nurihsitepu says:

    Pernikahan seluas hidup ini,dua pribadi dijadikan satu ,tentu sangat sulit,salahsatu kuncinya adalah minta hikmat kepada Tuhan agar kita
    Bisa menerima kekurangan pasangan kita,bagi kita yg bekerja jangan pernah curhat kepada teman lawan jenis ,bisa salah arah tapi curhat kepada Dia yg telah mempersatukan cinta kita pasti ada jalan keluar

  9. Wuaaa… Baru aja beberapa hari lalu direkomendasikan Sacred Marriage-nya Gary Thomas sama teman, eh sekarang saya dicolek lagi sama Tuhan dan alam semesta nih. Saya sempat ada dalam posisi menyalahkan Tuhan mengapa menyuruh saya menikah sehingga merasa diri ga maksimal dalam melayani panggilan hidup. Lalu dikasih quote Gary Thomas yg intinya bilang : Bila ingin melayani Tuhan dengan baik, janganlah menikah. Tapi bila ingin jado serupa seperi Kristus, menikahlah. Karna dalam pernikahan kita belajar menjadi punya karakter sama spt Dia. Di pernikahanlah kita belajar memaafkan, belajar melayani, belajar melepaskan ego, belajar mengasihi dengan tulus. Seketika itu juga saya yang hatinya batu bgt ini langsung mewek di pelukan suami saya.

  10. Friska says:

    Saya setuju dengan artikelnya mba… Hidup pernikahan tidaklah mudah apalagi dengan janji pernikahan yang kita ucapkan. Hidup memang menuntut kita utk menjadi manusia dewasa. Perjalanan hidup yang tidak selalu mulus tentunya ada lika likunya menuntut kita untuk tetap melaluinya dan minta pertolongan TUHAN sebagai sang kuasa yang pastinya akan memberikan pertolongan.

  11. Tumiar nanurung says:

    Super sekali

  12. Julianti says:

    super sekali. ijin share, yaaa….

  13. She says:

    Terharu sekali baca tulisan ini. Kebetulan sy juga flowers mba nafa, dan smua isi tulisan ini seperti mewakili apa yg sy rasakan. Sy pernh mengalami hal yg sama. Sekalipun sy tidak seteguh mba Nafa krn sy lebih sering bersungut2 sm Tuhan krn berpikir Tuhan malah berpihak dgn org2 breksek yg suka gangguin rumah tangga orang lain apa lagi yg ngelakuin itu orng yg seagama. Sama2 punya keluarga,. Trimakasih mba Elizabeth sayang. Tulisan ini bagus sekali dan semoga juga bisa menguatkan iman para istri2 yg pernah mengalami hal yang sama. GBU

  14. Dewi says:

    Super Duper…ijin share ya. Mksh

  15. Me says:

    Membaca tulisan ini membuat sy merasa di bantu dgn kesaksian nafa, dmn dia dgn setia tetap mendampingi dan mendoakan di masa kejatuhan suaminya… Sy jg skg sedang mengalami hal yg sama dgn nafa, dan bnyak sekali saran negatif dan positif, tp lbh bnyk saran negatif yaitu bercerai. Usia pernikahan sy baru satu thn setengah, anak sy msh bayi, suami berselingkuh dan mengabaikan sy dan anak sy.. Tp sy tetap setia dan mendoakan suami sy agar dia bs kembali ke jln yg benar dan bertobat. Tulisan di atas membantu sy utk tetap kuat, bersabar, dan berdoa.. Krn sy percaya ketika janji nikah di ucapkan di depan altar, inilH pasangan sy sehidup semati, apapun yg terjadi…. GBU

  16. Chinta says:

    Stuju mba..setiap x diperhadapkan dgn prgumulan menghadapi makhluk yg bernama lelaki alias suami kita…bnyk masukkan yg brkata bhwa istri hrs slalu jd penopang,pendoa,yg kuat dsb…kdng dlm hati kita brkata..”lelahhh x…capek x…tp knapa mala yg hrs kuat n jd penopang…sdh tdk ada tnaga lg Tuhan…”
    Tp puji Tuhan,disaat 2 org yg disatukan mau brsama2 brjuang,mau brsama2 melangkah dlm Tuhan..meletakkan Tuhan sbg dasar n pondasi,dan mengingat janji suci yg prnah diucapkan dihadapan Tuhan ..sukacita,damai sejahtera psti jd milik kita…Amien.

  17. gracia mellianthy says:

    saya senang sekali membacanya mbak.. 😊jaman sekarang banyak sekali perceraian, ya salah satunya karena tidak memahami apa arti menikah yg sesungguhnya..

    dan Mba Nafa pun menjadi saksi Tuhan, kereen mba Nafa 👏👏👏👏👏

    harusnya para suami bangga punya isteri yang bisa berfikir demikian..

    Dan semoga mba elizabeth bisa terus memberi pencerahan pencerahan untuk rumah tangga yaa.. biar para pasangan muda yg sedang mengalami masalah bisa berfikir lagi sebelum menyesal di kemudian hari..

    Tuhan berkati dan pulihkan Rumah Tangga kita smua yaaa 😊 aminnn 😇

  18. Dee says:

    Gw dlm ekonomi sulit suami g dapet2 kerjaan 3th mobil d tarik motor d tarik rumah k jual saat posisi ada semua memanfaatkan dr klrg smp sahabat dan kembali posisi sulit sbg istri sll d slhkan padahal istri sll cr2 uang k sana k mari warung d rumah sepi istrinjemput bola tp g ada imbal balik sll d slhkan lg rasanya ingin cerai ingin sendiri menjalani bersama 2 anak ku tp inget janji almarhumah ibu jgn ada kata cerai agama melarang kita….. itulah istri sll dpt kdrt cr uang ttp salah tp sll smua buat suami n anak

  19. friska says:

    Syalomm..berbagi crita sdikit,,ada kwn sayayg suaminya selingkuh n nikah smpai 2x dgn wanita muslim.n pny anak dri wanita trsebut….trs gmna tuh..tpi akhirnya siistri mmilih jln pngadilan tuk bercerai …trs kl istrinya mau nikah lgi gmna,,sbab siisrti blm ada anak…

  20. Yustitia says:

    Cocok… Istri menjadi penolong yg sepadan bagi suaminya 😘

  21. Christina budi says:

    Hai sash.. Pa kbr.. Pengen ikut nembung nih.. Cuma mau bilang belum tentu jg kalo kita meninggalkan seseorang yg sdg entah dlm kondisi spt apa itu kita jg akan berhenti mendoakan org itu..

  22. Christina budi says:

    Duhh.. Ada yg salah ketik.. Maksudnya pengen ikut nimbrung..

  23. Enita Jeni says:

    Setuju…penolong memang harus lebih kuat….dan satu kata tidak boleh ada kata cerai sampai maut memisahkan melewati badai apapun harus tetap setia ..

  24. me nn says:

    Mau minta pendapat teman2 dunks. Bagaimana jika setelah pernikahan baru terungkap bahwa ternyata si suami mempunyai penyimpangan sexsual seperti homosexsual atau asexsual? Apakah seharusnya istri tetap mempertahankan pernikahan tersebut atau sebaiknya menceraikannya?

  25. Ester Dian Sukmana says:

    Setuju mba Elisabeth Murni.. karena TUHAN kita di mampukan utk tetap setia. Walaupun rasanya sedih & menyakitkan. Menurutku TUHAN ciptakan perempuan itu luar biasa😍🙏. Di luar lebih lembut dari pria Tapi di dlm lbh kuat/ lbh Taft🙏. Sering di sebut2 Perempuan/Istri adl tiang Doa & Penolong.. Besar ya peran yg TUHAN kasih buat kita, tapi TUHAN mampukan kita utk melakukannya, itu karena Kasih & AnugrahNYA yg besar kpd kita😍🙏. Puji TUHAN 🙏… Trimakasih Mba Elisabeth .. Smoga tulisan2mu banyak menjadi berkat bukan hanya utk perempuan/Istri Tapi juga kaum Pria yg membacanya. JBU 🙏

  26. luar biasa mbak sash…artikelnya keren *angkat dua jempol

  27. cumilebay says:

    Aku juga follow lambe turah dan suka kepoin baca komen2 nya yang pada sok teu semua hahaha
    Btw mbak nafa semoga di beri kesabaran yang berlebih

  28. Natalia says:

    Jika ada masalah dalam pernikahan Jangan ambil keputusan permanen disaat mengalami transisi..sebab masalah kita hanya bersifat temporer

  29. Maya says:

    Ketika sy sedang berpikir tentang pernikahan sy yg tdk pernah terbebas dr masalah.. entar kenapa sy bisa dpt link ini tanpa sengaja dan sy baca… benar2 menguatkan. Perceraian itu bukan krn tdk sanggup lg hidup bersama pasangan tp itu tentang ego masing2 Sehingga memilih bercerai.. krn Tuhan yg mempersatukan pasti pny jalan keluar untk masalah yg kt hadapi. Terima kasih sharing ini benar2 menguatkan. Tuhan berkati.

  30. christina budi says:

    apa kbr mb sash..sore ini lg jenuh bgt dikantor..ujug2 kok eling ambek blognya sampeyan..msh tetep suka dgn bahasamu mb sash..
    dan di detik ini menemukan satu tulisan ttg relasi suami istri..
    tahun ini usia pernikahanku genap 20th mb..genap separuh dr usiaku yg tahun ini menapak di 40

    bukan hal yg mudah..tp semoga tetap dimudahkan..
    sudah hampir tidak kuat, tp smg tetap dikuatkan…

    salam buat renjana dan ibunya yg hebat

Leave a Reply to Maya Cancel reply