Menengok Buaya Tete, Buaya Raksasa yang ‘Bersarang’ di Museum Siwalima

Sebuah tempat wisata akan jadi menarik jika menyimpan banyak cerita. Contohnya adalah Museum Siwalima yang terletak di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Tak seperti museum-museum lainnya yang hanya punya benda purbakala, Museum Siwalima ini juga punya buaya! Namun, jangan takut! Kamu takkan diterkam, kok.

Buaya yang diam dengan mulut dan mata terbuka ini rupanya sudah mati dan diawetkan. Saat masih hidup, ukuran buaya ini bisa mencapai 4 meter. Kebayang kan gimana seremnya?

Buaya Tete di Museum Siwalima Ambon (pic: Afif/DetikTravel)

Buaya Tete di Museum Siwalima Ambon (pic: Afif/DetikTravel)

Museum Siwalima Ambon berlokasi di Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Untuk dapat liburan ke Museum Siwalima, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 4000 saja.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya orang Indonesia saja lho yang gemar jalan-jalan ke Museum Siwalima Ambon. Wisatawan mancanegara seperti orang Belanda dan Portugis, juga banyak yang datang berkunjung untuk mengetahui sejarah nenek moyang mereka yang pernah singgah di Indonesia.

Pasti kamu akan bergidik saat wisata ke Museum Siwalima dan bertemu dengan Buaya Tete. Buaya yang pernah menebar teror di Pulau Buru pada tahun 1987 ini, siap menyambutmu yang sedang jalan-jalan ke Museum Siwalima.

Buaya Tete hanyalah satu dari beragam koleksi menarik dari Museum Siwalima Ambon. Nama museum ini berasal dari kata Siwa yang berarti sembilan. Kata ‘sembilan’ ini mengacu pada sembilan kerajaan di wilayah selatan Maluku. Sedangkan kata ‘lima’ mengacu pada lima kerajaan di Maluku bagian utara. Museum Siwalima Ambon dibangun pada tanggal 8 November 1973. Peresmiannya dilakukan pada 26 Maret 1977.

Museum Siwalima Ambon (pic: www. tribun-maluku.com)

Museum Siwalima Ambon (pic: www. tribun-maluku.com)

Komplek Museum Siwalima Ambon ini terdiri dari dua bangunan yang semuanya dapat kamu kunjungi. Bangunan pertama didedikasikan sebagai museum kelautan Ambon. Museum ini memiliki banyak koleksi bernilai tinggi, yang berhubungan dengan kekayaan dunia maritim Ambon dan Maluku.

Selain Buaya Tete, di museum kelautan ini kamu juga akan dibuat terkejut oleh ikan paus raksasa! Tapi tenang, ikan paus raksasa di sini hanya kerangkanya saja kok. Ikan paus raksasa ini ‘melayang’ di tengah-tengah ruang pameran untuk membuatmu takjub dan keheranan.

Bangunan kedua yang akan kamu lihat saat wisata di Museum Siwalima Ambon adalah tempat untuk menyimpan peninggalan budaya Kota Ambon. Di sini kamu bisa menemukan pakaian adat, alat-alat pertanian, senjata tradisional, perlengkapan untuk upacara adat, guci, dan koleksi uang lama.

Kamu bisa memuaskan diri untuk belajar tentang sejarah dan budaya Maluku dari ribuan koleksi yang tersimpan di Museum Siwalima ini.

Koleksi di Museum Siwalima terbagi menjadi 10 kategori yang akan memudahkan kamu untuk mempelajarinya satu per satu. 10 kategori koleksi dari Museum Siwalima ini dibagi menjadi geologika, etnografika, arkeologika, biologika, numismatika heraldika, filologika, keramik, historika,seni rupa, dan teknologi. Berbagai koleksi indah dan bernilai, dipajang dengan sangat rapi sesuai kategorinya.

Kalau ingin mendengar cerita lebih banyak tentang Museum Siwalima, kamu juga bisa menyewa jasa pemandu wisata yang akan dengan ramah menjelaskan semua pertanyaan yang kamu lontarkan tentang museum ini.

Saat masuk untuk wisata di Museum Siwalima, kamu akan disambut dengan kalimat ramah Usu Mae Upu yang berarti ‘Mari silakan masuk’. Sambutan ini sangat mencerminkan keramahan dari masyarakat Ambon yang selalu menyambut tamu dengan tangan terbuka.

Ketika kamu melangkah ke bagian dalam museum, kamu akan melihat berbagai benda peninggalan sejarah yang semakin memperjelas kekayaan budaya Kota Ambon. Kamu bisa mengenal Ambon dan Maluku lebih banyak jika berlibur ke Museum Siwalima Ambon. Jadi, kapan kamu akan berangkat ke Ambon? Sebelum berangkat jangan lupa cari tiket pesawat dulu ya.

 

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *