Harapan 2018 #1: Melanjutkan BTrip yang Tertunda

Kalian pernah enggak sih membaca sebuah buku dan begitu terinspirasi lantas ingin melakukan sesuatu? Saya pernah. Dan salah satu buku yang menginspirasi saya adalah novelnya ES Ito yang berjudul “Rahasia Meede”. Menurut saya, novel itu keren banget! Provokatif, penuh intrik, dan konspirasi.

P80117-092712

ES Ito mampu membaca ulang sejarah yang pernah terjadi di nusantara dan membuka rahasia bangsa secara mengejutkan. Karena itu dalam reviewnya, Tempo berkata “…membuat lorong-lorong sejarah kita yang semakin berdebu menjadi bacaan yang mencerahkan.”

Dulu, saking semangatnya saya membaca 675 halaman dalam semalam. Pagi harinya kepala berat dan semacam halu. Yang ada di pikiran, hanya Kalek serta Noah Batu Gultom. Berhari-hari pikiran saya dipenuhi fragmen-fragmen dalam novel thriller sejarah tersebut.

Terus saya terinspirasi di bagian mananya?

Jadi, di buku tersebut disebutkan tentang lokasi pembunuhan dan pembuangan mayat orang-orang di tempat berawalan huruf B. Dari Bukittinggi, Brussel, Bangka, Boven Digul, Banda Neira, Batavia, hingga Bugerzaal. Gara-gara hal tersebut, saya jadi terinspirasi untuk melakukan #BTrip, yakni serangkaian perjalanan menuju tempat-tempat berawalan huruf B.

“Kota dan tempat dengan awalan huruf B kan banyak banget, mbak?” Begitu tanya kawan dulu saat tahu obsesi saya. Iya, memang banyak. Itu berarti saya tidak boleh berhenti berjalan. Dulu saya sudah memulainya, dari kota-kota terdekat berawalan B, hingga melancong sendirian ke Bangka dan Belitung. Tapi karena beberapa hal sempat terhenti. Namanya juga hidup.

When i was young, wild, and free

When i was young, wild, and free

Nah, masuk di tahun 2018 ini, mimpi itu kembali memanggil dari sudut gudang. Empat tahun terabaikan, dia kembali meronta untuk keluar. Kali ini saya tak lagi mengabaikannya, saya ingin memulai lagi #BTrip dari awal. Apalagi sekarang Renjana sudah beranjak besar, rasanya saya sudah siap untuk melanjutkan project ini dan melakukan perjalanan hanya berdua dengannya.

Dan sepertinya semesta memang sedang berkonspirasi. Awal Februari besok salah satu partner saya dalam membangun Maioloo.Com, Bang Bened, bakalan nikah di Bekasi. Yes, another B city. Saya pun jadi makin bersemangat untuk menghadiri sakramen pernikahannya.

Rencananya, selain mengunjungi Planet Bekasi, saya hendak melanjutkan BTrip menuju Bogor dan Batavia. Dari dulu saya pengen banget guling-guling di rerumputan Kebun Raya Bogor. Ahahahaha, norak ya? Saya sudah kontak kawan, dan dia bersedia menjadi guide, yeiiiy! Setelah itu bakalan lanjut ke Jakarta alias Batavia deh.

Awalnya, enggak kepikiran buat mampir Jakarta sih, tapi terus ingat kalau Renjana belum pernah piknik ke Metropolitan. Makanya, ini sekalian saya ajak dia melihat keramaian ibu kota negara sebelum kelak pindah ke Balikpapan (yeaaaay, another B city again!) kalau jadi. Biar dia gaul juga sih, enggak kaya simboknya yang pertama kali menjejak di Jakarta saat sudah berusia 24 tahun. Terus norak saat nongkrong di Sevel yang sekarang sudah kukut~

Bocah kampung main ke Monas, norak bosque!

Bocah kampung main ke Monas, norak bosque!

Di Jakarta besok, saya pengen main ke Kota Tua. Jadi berkali-kali ke Jakarta belum pernah yang namanya singgah ke Kota Tua, sebagai penggemar wisata heritage daku merasa gagal. Terus pengen juga ibadah di JPCC. Duh, nulis ini saya jadi merasa holy, ke Jakarta cuma pengen numpang kebaktian ahahahaha.

Aslinya, saya pengen juga lanjutin perjalanan ke Bandung biar sekali berjalan 4 kota terlampaui. Sayangnya, saya enggak bisa pergi lama-lama. Ada beberapa pekerjaan yang tenggat waktunya di minggu kedua Februari. Jadi, 3 tempat itu saja sepertinya cukup. Lagi pula kalau kelamaan dan jadwalnya padat bisa berabe juga, maklum hanya berdua sama bocah.

Ngomong-ngomong ada kawan yang pernah traveling berdua aja bareng bocah enggak sih? Kalau ada bagi tips dan trik dong! Selama ini sih saya emang sering pergi berduaan sama Renjana. Tapi level kami masih keliling kota aja sama kota-kota tetangga yang dekat. Perjalanan ke kota sama ke hutan kayaknya beda deh, lebih seram ke kota besar menurut saya ahahahaha.

Akhir tahun lalu emang sudah nyoba berkereta sama Renjana ke Cilacap. So far dia enjoy. Enggak rewel. Dia mulai rusuh saat emaknya malah asyik ngobrol. Pas ke Cilacap kemarin juga di kereta bareng sama sahabat-sahabat saya, jadi enggak yang berdua banget. Nah kalau ke Jakarta besok kan emang cuma berdua-dua aja nih, saya jadi agak was-was.

Kayaknya kok agak jiper ya bayangin naik kereta berdua aja sama bocah 3 tahun yang lagi rusuh-rusuhnya. Apalagi nanti sampai tujuan dini hari. Bayangin gendong bocah yang udah tidur, gendong ransel, bawa slingbag, cari kendaraan, rasanya udah capek duluan.

Terus kepikiran nih buat naik pesawat. Sekalian juga ngenalin bocah naik pesawat pertama kali. Kemarin cek harga tiket di Traveloka yang kata orang-orang murah, dan ya saya kaget. Ternyata, selisih harganya enggak jauh-jauh banget sama kereta. Masih masuk lah di budget mamak.

Akhirnya, kemarin jadi ngubek-ubek Traveloka seharian. Setelah masukin tanggal keberangkatan, ketemu daftar penerbangan di hari tersebut, tinggal pilih mau pergi di jam berapa. Harganya juga terpampang nyata, jadi saya bisa tahu harga dari yang murah sampai yang mahal.

Semua maskapai dan harga terpampang nyata

Semua maskapai dan harga terpampang nyata

Beneran yak, sekarang traveling jadi makin mudah dengan adanya OTA seperti ini. Beberapa tahun lalu kalau mau pesen tiket pesawat saya masih datang langsung ke kantor agen penjual tiket. Terus nggak cuma satu agen, kadang dua, tiga, bahkan lebih, biar dapat harga yang paling murah. Semacam agent hopping ya ahahaha. Sungguh menghabiskan waktu dan tenaga. Tapi sekarang cukup klak klik aja semua sudah beres.

Proses booking tiket ini pun cukup gampang dan enggak memakan waktu lama (asal koneksi internet lancar lho ya). Pembayarannya juga mudah. Ada beragam metode yang bisa digunakan, mulai dari transfer, via ATM, memakai kartu kredit, CIMB Clicks, BCA Clickpay, hingga pembayaran melalui Alfamart atau Indomaret. Sebagai mamak yang mager saya pun jadi merasa sangat dimudahkan.

Sekarang saya tinggal berdoa, semoga perjalanan awal besok besok lancar jaya. Enggak usah pake drama seperti saat mau ke Banyuwangi tahun kemarin. Sudah menyusun itinerary dan segala perintilannya, ternyata jelang hari H malah bocah sakit, batal deh acaranya, mamak jadi sedih.

Jadi, gimana? Sudah siap untuk petualangan bulan depan?

Kalau kawan-kawan sendiri sudah memiliki rencana perjalanan ke mana, nih?

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

18 Responses

  1. Tempatku tinggal namanya kecamatan Babat, Mbak! Huruf B juga! Wkwk

  2. Indah Juli says:

    Jumat besok ku mau ke kotaB, Bandung :)
    Ku pernah naik kereta dan pesawat berduaan saja sama Tio, waktu umur 5 dan 6 tahun. Naik kereta, sepanjang perjalanan nanya kapan sampai, tapi nggak uring-uringan karena ngobrol terus :)

    • Kalau di Jogja, nyaris enggak ada tempat berawalan B, mbak. Semua berubah jadi M. mBandung, mBantul, mBanjarnegara, mBetawi ahahahaha.
      Kalau aku kebalikan, biasanya aku yang uring2an kalau ngobrol sama Renjana. Dia nanya gak mau berhenti dan diulang-ulang terus, sampe capek jawabnya ahahahaha.

  3. Adi says:

    Ini sangat menarik! Gak afdol ya kalau ke jakarta tanpa foto di Monas :)

  4. Heh mbak bukannya calon ibukota itu palangkaraya ya? Iya engga sih? Iyain aja deh!

  5. Slamsr says:

    Kota Beralawan B?
    Bandungan, eh ini mah bukan kota..
    Aku belum sampai ada yang terinspirasi sampai eksplor gitu. atau mungkin bacanya kurang seriyes.
    dan agen-agen travel ini semacam malaikat yang mempermudah perjalanan kita

    • Enggak harus kota sih, mas. Tempat lebih tempatnya. Apapun itu lah pokoknya yang berawalan.
      Aku anaknya kalau baca buku suka terlalu serius dan malah berimajinasi sih, jadinya ya gini hehehe.
      Yup, bener banget. OTA gini adalah salah satu penemuan yang berjasa untuk peradaban *halah

  6. salam kenal kak :)
    ada – ada aja ya, rencana tripnya, moga sukses, dan bisa tiba di berbagai tempat yang berawlan B.

  7. Ransel Usang says:

    dulu pernah tandem anak kecil 4 tahun naik rinjani sih. bawaan nya kejar kejaran buat jagain dia. asli sumpah capek banget kak. belum lagi kadang mendadak berhenti atau saat dingin malah suka nyapu di jalan kak capek nungguin dia kelar nyapu terus jalan lagi camp area. tapi seru juga jalan jalan bareng anak. selain merka bisa belajar, mereka juga bisa berekspresi tanpa ada batasan

    • Aish, keren kali kak. Tapi bocahnya gimana, enkoy yak? Daku belum berani bawa anak naik gunung2 tinggi. Besok nunggu dia 5 tahun dulu apa malah 8 tahun. Biar fisiknya jauh lebih siap. Biar enggak banyak digendong, emak bapaknya udah mulai menua soalnya ahahahaha.

  8. Hanif says:

    Wah, Btrip. Udah kesampaian ya wisata ke daerah awalan B. kemarin ke Bogor dan Batavia. hehe.
    Bre jangan cepet gede dong. segitu aja biar lucunya ga ilang..

    • Ahahaha akhirnya 3 kota disambangi, Batavia, Bogor Bekasi. Minggu depan mau ke Dieng, itu juga masuk ke wilayah B, Banjarnegara. Ku senang ku senang.

      Iya nih, kayanya kemarin masih seuprit kok sekarang udah gede banget. Mamak sedih sedih seneng.

Sharing yuk!