Menulislah! Maka Kau Akan Abadi

Kalau soalnya adalah mendaki, kamu juga mendaki. Namun, mengapa nama Gie abadi? Karena ia menulis. Menulis membuat hidupmu tak berhenti.

~ Kang Epi ~ 

menulis

Dalam perjalanan hidup saya ada banyak mimpi dan cita yang berubah, gagal diraih, atau bahkan secara sadar saya benamkan dalam-dalam ke tumpukan barang usang. Bukanya saya takut, saya hanya belajar menjadi realistis. Namun dari tiap penggal jejak itu ada satu yang tak berubah, yakni mimpi menjadi penulis.

Yang saya amini, tidak harus menjadi penulis buku best seller untuk menginspirasi. Yang perlu dilakukan adalah menulis dan mempublikasikan karya, apa pun medianya. Dan bagi saya, blog adalah cara terbaik untuk berbagi tulisan. Saya membuat Ransel Hitam adalah sebagai media mempublikasikan karya yang tentu saja tak bakalan dimuat di media cetak maupun lolos seleksi naskah buku. Tak lupa juga segala curhat tentang hidup lengkap dengan dramanya. Dan itu membuat saya riang. Menulis di blog menjadi terapi yang menyenangkan.

Lantas hal-hal membahagiakan datang bertubi-tubi. Mulai dari deretan kawan baru, pesan-pesan yang berisikan ucapan terimakasih atas tulisan-tulisan saya yang secara tidak langsung membantu perjalanan mereka, share di media sosial lengkap dengan komentar-komentar para pembaca, hingga yang terbaik adalah saat menerima surat elektronik yang menyebut “tulisan mbak sangat menginspirasi”. Semua itu jauh lebih tinggi nilainya dibanding uang. Kalau kemudian banyak tawaran kerjasama yang menghampiri, itu persoalan lain lagi hehe. Rejeki mana boleh ditolak. Karena itu saya terus menulis.

Tulisan saya memang bukan tulisan keren yang mampu membuat massa bergerak, bukan pula tulisan yang menyuarakan kritik atas ketimpangan sosial, atau tulisan cerdas yang membuat sidang pembaca tercerahkan.  Tulisan saya hanyalah unek-unek sederhana, maupun tentang catatan perjalanan singkat yang pernah saya lakukan. Meski begitu, hati saya selalu ada ada dalam tiap tulisan.

Saya tak akan berhenti menulis. Karena bagi saya menulis adalah cara terbaik mengekalkan ingatan. Menulis adalah peta pemandu menuju kenangan di masa lalu.  Dengan menulis kau akan dikenang oleh mereka yang pernah membaca tulisanmu. Menulis akan membuatmu tetap hidup dan abadi melampaui waktu. Dan menulis adalah cara saya merayakan hidup.

Selamat Hari Bloger Nasional
Blogger Indonesia, teruslah menulis!

 

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

10 Responses

  1. selamat hari blogger nasional 2016
    tetaplah menulis :)

  2. Pengen bisa seatraktif mbak Murnis yang bisa menulis teratur tiap bulan, tapi yo kadang-kadang mood gak mau diajak kompromi. Saat seharusnya deadline nulis malah pikiran ngajak semedi.. hahhahaha.. ah ya penting TETAP MENULIS…

    • Ahahahaha, saya juga kadang nggak punya ide buat nulis mas. Tapi emang memaksa diri biar otaknya mau sedikit kerja #halah. Nulis apapun, curhatan juga gakpapa deh. Yang penting nulis hihihihi.

  3. cumilebay says:

    Dengan menulis, gw bisa berbagi kebahagiaan dan yaa sedikit2 pamer kalo gw baru piknik hahahaha #Kabur

  4. Fubuki Aida says:

    ahh mbak inspiratif. selalu suka bahasa mbak elisa. asik dan terasa dari dalam sekali.

  5. Haris says:

    Saya suka menulis 😀

Sharing yuk!