Solo Traveling dan Backpacking ke Dieng

Ada banyak pertanyaan yang singgah ke kotak surat saya setelah artikel Dieng Culture Festival dan Sederet Alasan Mengapa Kamu Harus Vakansi ke Tanah Para Dewa diunggah di laman blog RanselHitam. Dari semuanya, pertanyaan yang paling sering muncul adalah bagaimana akses menuju Dieng. Daripada capek balesin satu-satu, mending saya bikin satu postingan khusus mengenai hal ini. Jadi kawan, berikut ini jawaban-jawaban atas pertanyaan kalian. Semoga mencerahkan ya.

Solo traveling ke Dieng. Why not?

Solo traveling ke Dieng. Why not?

Solo Traveling dan Backpacking ke Dieng bisakah?

Bisaaaa, bisa banget. Dieng termasuk mudah dijangkau karena dilewati kendaraan umum yakni bus mikro alias bus berukuran sedang. Kota terdekat dari Dieng adalah Wonosobo. Jadi kalau kalian berangkat dari manapun gunakan kota Wonosobo sebaga ancer-ancer. Sebenarnya Dieng juga bisa diakses dari Banjarnegara dan Weleri Batang, namun akses jalannya curam dan berliku serta lebih jauh. Jadi cara termudah adalah lewat Wonosobo.

Bisakah Naik Kereta ke Dieng?

Nope! Enggak bisa! Dieng itu dataran tinggi dan tidak ada jalur kereta. Stasiun terdekat adalah Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, dan Stasiun Semarang. Kalau kalian kekeuh ingin naik kereta maka hanya bisa berhenti di stasiun tersebut lantas melanjutkan perjalanan ke Wonosobo dengan naik bus, travel, atau rental kendaraan. Begitupun dengan bandara. Bandara terdekat ada di Semarang dan Jogja, dari kedua bandara tersebut lagi-lagi kalian harus melanjutkannya dengan bus.

Transportasi dan Cara Menuju Dieng

Kalau kalian naik kereta dan turun di Stasiun Purwokerto bisa melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Purwokerto – Wonosobo atau Purwokerto – Semarang lantas turun di Terminal Mendolo Wonosobo. Lama perjalanan sekitar 2 – 3 jam.

Bagi yang datang dari arah Semarang bisa melanjutkan dengan bus jurusan Semarang – Purwokerto dan turun di Terminal Wonosobo. Selain bus, dari semarang juga ada banyak travel yang melayani rute ke Wonosobo. Perjalanan Semarang – Wonosobo kalau lancar sekitar 3 jam. Berhubung kendaraan umum jadi kadang sulit diprediksi waktu pastinya.

Sedangkan kalian yang dari arah Jogja bisa naik bus dari Terminal Jombor atau Terminal Giwangan (saran saya sih mending dari terminal Jombor). Tidak ada trayek bus yang langsung menghubungkan Jogja – Wonosobo, jadi kalian harus pindah bus. Pertama silahkan naik bus Jogja – Semarang dan turun di Terminal Magelang. Dari Terminal Magelang kalian harus ganti mikro bus jururan Magelang – Wonosobo, lantas turun di Terminal Mendolo. Jika ingin lebih mudah, kamu bisa naik travel jurusan Jogja – Wonosobo. Ada banyak travel mulai dari Rahayu, Tiga Bintang, Andyni, dll. Langganan saya sih Travel Andyni karena mobilnya enak dan sopirnya baik. Selain itu travel Andyni tidak lewat Magelang melainkan lewat jalur Borobudur sehingga perjalanannya lebih singkat. Nomor telepon Travel Andyni (0286) 322211, 0877 3400 6626.

Kalau sudah tiba di Terminal Mendolo kalian tinggal naik mikro bus Wonosobo – Dieng dan langsung turun di Terminal Dieng. Terminal ini bersebelahan dengan Losmen Bu Djono dan dekat dengan Kompleks Candi Arjuna. Pastikan kamu tidak tiba di Wonosobo terlalu sore, sebab trayek terakhir ke Dieng sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB. Jika datang terlalu malam kamu terpaksa harus menginap di Kota Wonosobo lebih dulu.

Rekomendasi Penginapan di Dieng

Ada banyak penginapan di Dieng baik berupa hotel maupun homestay. Penginapan paling populer di kalangan traveler adalah Losmen Bu Djono, maklum penginapan ini sudah masuk dalam daftar Lonely Planet sehingga jadi jujugan wisatawan asing juga. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, lokasi Losmen Bu Djono bersebelahan dengan terminal sehingga sangat strategis. Jika penasaran dengan review Losmen Bu Djono di TripAdvisor silahkan melipir kesini. Menariknya lagi, di Losmen Bu Djono terdapat restaurant, rental kendaraan, serta jasa guide. Nomor telepon Losmen Bu Djono 0862 2664 5669.

Jika Losmen Bu Djono sudah full, kamu bisa mencoba mencari homestay-homestay lain yang tersebar di penjuru Dieng. Berikut ini beberapa daftar yang bisa saya berikan:

  • Homestay Cempaka (082137814484)
  • Flamboyan Homestay (081327605040 || 085727322231)
  • Homestay Nepenthes (081227491819 || 085726579979)
  • Homestay Dahlia (085227223433 || 085226390053)
  • Dieng Plateau Homestay (081327791565)

Tarif penginapan di Dieng bervariasi. Tapi standarnya sih 100 – 200an ribu per malam. Bahkan kalau pintar nego kadang bisa dapat harga yang lebih murah. Para pemilik penginapan biasanya juga bisa sekalian menjadi tour guide jika kamu menginginkannya.

Bagaimana Cara Keliling ke Tempat-Tempat Wisata di Dieng?

Kalau fisikmu kuat dan kamu hobi trekking maka jalan kaki bisa menjadi pilihan. Lokasi tempat-tempat wisata andalan seperti candi, telaga, dan kawah sebenarnya masih berada dalam satu kawasan. Tapi kalau harus jalan kaki muterin semuanya gempor juga sih ahahaha. Sebenarnya bersepeda adalah pilihan yang asyik. Sayangnya di Dieng masih jarang (atau bahkan belum ada) tempat penyewaan sepeda. Mimpi saya sih punya homestay, peternakan dan ladang, serta penyewaan sepeda di Dieng, ahahahaha, AMIIIIIN.

Tapi kalau waktumu singkat dan ogah capek mending kamu rental sepeda motor atau naik ojeg. Jadi kamu bisa nyewa ojek seharian yang bisa nganterin kemana-mana. Selain ojek mereka juga jadi guide. Percayalah, bepergian dengan penduduk lokal akan lebih seru. Kontak ojek wisata Dieng 08532706282 (Diki), 081327570979 (Suyoto).

Daftar Tempat Wisata di Dieng

Berikut ini daftar tempat-tempat wisata yang paling ngehits dan selalu dikunjungi. Beberapa diantaranya baru saja populer belakangan.

Deretan candi beraliran Hindu. Tempat ini menjadi pusat perayaan acara Dieng Culture Festival

Telaga kembar yang berada dalam satu lokasi (satu tiket masuk). Telaga ini dikelilingi hutan yang asri. Jangan datang di musim kemarau, karena telaga bakal surut jadinya nggak bagus.

  • Batu Ratapan Angin

Spot tak jauh dari Dieng Theater dan telaga. Dari puncak batu ini kamu bisa melihat telaga dari ketinggian. Instagramable lah.

  • Kawah Sikidang

Kawah yang melompat-lompat. Kalau kesini jangan lupa bawa masker untuk menutup hidung. Jangan lupa foto sama burung hantu yang ikonik.

  • Bukit Sikunir

Spot melihat sunrise yang cihuy. Waktu terbaik kunjungan sekitar bulan Juli – September. Dari kompleks Candi Arjuna berjarak 20 menit naik motor. Jadi kalau mau lihat sunrise disini harus berangkat subuh.

  • Gunung Prau

Gunung yang ngehits akhir-akhir ini. Sunrise disini juwara. Googling aja deh kalau mau lihat foto-fotonya yang cihuy ahahaha. Setiap tahunnya pada tanggal 5 Januari – 5 April gunung ini akan ditutup untuk pendakian guna memulihkan ekosistem.

Candi tunggal yang berdiri tersembunyi di atas bukit. Kamu harus berjalan kaki melewati perkampungan jika ingin mencapai candi ini.

  • Bukit Scooter

Tempat yang baru saja dikembangkan. Bisa untuk melihat sunset maupun sunrise.

  • Telaga Cebong

Telaga berbentuk kecebong/anak katak yang terletak di bawah Bukit Sikunir.

  • Telaga Dringo

Konon telaga ini adalah Ranu Kumbolonya Dieng. Tempat ini terletak terpisah agak jauh dibandingkan destinasi lainnya. Aksesnya cukup sulit dengan jalanan menanjak terjal dan kondisi rusak. Tapi pemandangannya juwarak!

  • Bukit Pangonan

Lokasi bukit ini di depan kompleks Candi Arjuna. Di balik bukit terdapat padang savanna indah yang kerap menjadi “ladang mbun upas” alias embun yang menyerupai salju putih. Banyak orang menyebutnya sebagai padang teletubies.

Tips Berwisata ke Dieng

  • Bawalah pakaian yang sesuai untuk dataran tinggi. Sekadar informasi, pad amalam hari suhu di Dieng bisa merosot turun hingga 5 derajat. Karena itu pastikan jaket tebal, kaos kaki, penutup kepala, dan sarung tangan selalu tersedia di tas.
  • Berada di udara dingin tu bawaannya selalu lapar. Karena itu pastikan kamu membawa banyak camilan. Coklat jangan lupa, lumayan nambah kalori. Oya, kalau saya juga selalu bawa tolak angin ahahaha. Abis kalau dingin bawaannya kembung sih. Minyak kayu putih juga buat oles-oles perut.
  • Tidak semua provider telekomunikasi bisa digunakan di Dieng. Operator yang sinyalnya paling yahud si Simpati, As, dan IM3. Kartu 3 macam punya saya mah byar pet. Banyakan ilang sinyalnya ahahaha. Jadi kalau pengen komunikasi sama gebetan lancar ya silahkan sangu kartu perdana.
  • Makanan & minuman yang sebaiknya dicoba: Carica, purwaceng, kacang babi (kacang dieng), keripik jamur, tempe kemul, mie ongklok. Oya, jajan kentang goreng Dieng dan kue bandos enak juga lho. Dicemil sambil jalan-jalan.
  • Di Dieng ada ATM BRI. Kalau bank lainnya saya lupa ada apa enggak ahahaha. Etapi di Dieng ada Indomaret kok. Jadi missal butuh duit bisa tarik tunai lah ya.

Sepertinya ini dulu yang bisa saya bagikan ke kawan-kawan semua. Kalau kawan-kawan punya cerita lain atau rekomendasi penginapan lain bisa share ke saya lho. Nanti biar saya tambahkan ke daftar. Semoga tulisan ini bisa membantu kawan-kawan semua yang hendak pelesiran ke Dieng, ya!

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

64 Responses

  1. Wahh sepertinya seru juga kalo jalan sendirian ke Dieng yaa..
    infonya juga lengkap.

  2. Aku mau nya naik kereta sampai dieng, tolong dong di sambungi rel nya sampai sana hahaha
    Dieng selalu merindu

  3. Aqied says:

    I love Dieng. Lebih suka kesana motoran. Hahahaha. Trus nginep di bu djono, walo provider mati dapet wifi

    • Saya pun. Sudah ke Dieng berulang kali dan tetep nggak bosan. Saya juga suka kesana motoran, lebih bebas dan bisa eksplore lebih banyak. Tapi kalo nginep sih seringnya di tempat saudara hehe.

  4. Made Wahyuni says:

    Dieng emang keren. Favorit aku Batu Ratapan Angin. Salam kenal mbak :)

  5. Dari dulu pengen bgt bisa ke dieng, cuma masih belum terlaksana aja

    Bookmark dulu ah

  6. Evi says:

    Lengkap banget Mbak untuk model Solo traveling ke Dieng. Saya pernah kalau nanti suatu saat jalan sendiri ke sana. Terima kasih ya :)

  7. Wahhh kalo ngomongi daerah solo dan dieng pokokna mantab dehhh salam sukses aja untuk semua yahh :)

  8. Adis takdos says:

    Infonya detail banget! Keep travelling!

    Adis takdos
    travel comedy blogger
    http://www.whateverbackpacker.com

  9. ranto wijaya says:

    kira-kira untuk 5 hari 4 malam sedia budget 1 juta cukup gak ya? *newbie

  10. Jadi pengen lagi ke Dieng, seru banget pemandangannya. Saya sempat mampir ke Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Teater Dieng Plateu, Gunung Paru yg sunrisenya juara dan bisa liat gng Sindoro Sumbing,Telaga Warna. Macet banget melebihi jalur puncak kalau musim liburan, udara dinginnya asoyyy…

    • Dieng emang ngangenin ya. Udaranya itu lho yang asoy. Iya mbak, kalau mau pergi ke Dieng sih saran saya pas weekday aja. Kalau pas Weekend apa liburan macetnya udah mulai menggila.

  11. Agung Hidayat says:

    mbak punya contact sewa motor di dieng gak? kayaknya daripada naik ojek, lebis seru motoran sendiri hehe

  12. Ari yanti says:

    Salam kenal, mba… Saya rencana jalan bulan desember pas long weekend.. Tadinya mau ikut open trip, tp kayanya seruan jalan sndr.. Mba, boleh kasi saran, ga? Utk trip 3 atau 4 hari, enaknya kmn aja dulu?

  13. pujiw says:

    mantab tips nya, langsung pengen berangkat sendiri besok sabtu… hahay

  14. Aci says:

    Mantapp. Sangat lengkap dan jelas infonya..

  15. Aida says:

    lebih deket purwokerto-dieng/jogja-dieng ya mba? estimasi wktunya brp? Saya tertarik untuk solo backpacker ksna..mksih mba…

    • Tergantung berangkatnya dari mana. Kl dari arah Timur jelas lebih dekat Jgj – Dieng, kalo dari arah barat ya Pwt – Dieng. Kalau naik kendaraan umum estimasi waktunya antara 3-4 jam.

  16. Wahyu Rahadian says:

    Ada yg punya rencana kesana kah awal Maret 2017 ini? Saya dari Bandung. Kalo ada boleh bareng nih. Bisa kontak line saya: wahyurahadian1.

  17. Adri says:

    Wah menarik sekali ulasannya, naik transportasi umum mengurangi kemacetan sayangnya walaupun tinggal di semarang blm pernah saya ke dieng, solo traveling seru sih cuma kalo bingung gak ada yg bs diajak ngobrol

  18. Dwi says:

    Berapa hari ya yang ideal ke Dieng? 2 hari 1 malam sepertinya tidak cukup ya?

  19. Rahmat says:

    Masih memberanikan niat buat solo traveling nh😥😤

  20. Narti says:

    Pengen banget bisa ke Dieng,mudah2an bulan depan bisa ke Dieng walaupun sendirian

  21. winarno says:

    jalan ke dieng memang asyik… banyak spot yang perlu dieksplore..

  22. Bunga Ananda says:

    Sudah book tanggal dan ngeblok cuti di kantor Juli 2017 nanti buat ke Dieng, mbak. Makasih infonya, lengkap sekali. Melihat sunrise di Sikunir itu udah ada di list Saya sejak lama sebagai salah satu lokasi sunrise terindah yang wajib dikunjungi sebelum kontrak di dunia habis. Dan karena berangkatnya sendirian di Bulan Juli nanti, ini bakalan jadi hadiah terindah buat ultah Saya. Hihihihi….

    *Keep on travelling!

  23. taufik says:

    Senin depan saya kesana bareng istri, ngecam di prau besoknya di tutup dengan golden sunrise di si kunir… trimaksih infonya…

  24. Gabriella says:

    Tulisan dan informasinya sangat bermanfaat, btw saya dri luar pulau jawa mudah2an agustus ini terealisasi (mungkin ada yg mau join trip) dan info dari mba semoga bisa membantu perjalanan saya, salam kenal mba.

    • Liesa says:

      Mba kira2 agustus jadi ke dieng nya kah? Saya jg berencana mau kesana tgl 17-18 Agustus.
      Untuk mba Elisabeth nomor loosmen bu djono nya yg betul 0852 atau 0862 ya?

  25. Wahyu says:

    Belum kesampaian nih ke diengnya. Boleh dong join yg ada rencana kesana Juli/Agustus ini. Boleh saling kontak di line: wahyurahadian19
    Terimakasih.

  26. Jelita Gea says:

    Hi Kak Elizabeth, salam kenal :-). Makasih banget untuk informasi ini, sangat sangat menolong. Kami ada rencana ke Dieng bulan Desember 2017 ala backpacker juga.

  27. Siti Rahmah H says:

    saya bersama teman mau ke dieng tgl 4 sd 6 september 2016 pake kereta api turun di Purwokerto jam 7 pagi,Jumlahnya 12 orang .Kok rasanya lebih puas kalau sewa mobil aja,pesan kamar sendiri dan jalan jalan sendiri.Bagaimana sarannya mbak?Tolong ya bantuannya

  28. Siti Rahmah H says:

    Maaf 4 sd 6 September 2017

  29. wahhh seru banget nih, saya juga mau ikutan dieng karnaval nanti tgl 4 agustus. Gak sabar nih nunggunya sumpah ahahhaha
    kak mampir juga ke blog saya ya (klik di nickname)

  30. Adi urif says:

    Kira kira estimasi biaya nya berapa yaa

  31. Novi says:

    Bulan ini mau ad planning ksana kak, mau nanya aman ga ngajak baby?trus bs ngecam ga sih? Klo bsa dmn yg bs n aman utk ngecam…thanks kak…😉

  32. evi says:

    kalo guide ny sekalian biasa kasih tips ny gmn?seikhlasnya apa ada tarif trtentu?rencana pgn sendiri kesana

  33. Eva says:

    Mbak Elisabeth,

    Mau tanya untuk rute balik dari Dieng ke Jakarta.
    Saya mau pesan tiket kereta Purwokerto – Pasar Senen, pukul 9.45 pagi.
    Takutnya ga ada angkot pagi-pagi dari dieng.

    Mohon sarannya.. :)

    • Duh, saya enggak yakin pagi jam 6an sudah ada bis dari Dieng ke Wonosobo apa enggak mbak. Saran saya kalau mau pesan tiket jam 9.45 nginep malam terakhir di Wonosobo dan bukan di Dieng. Takutnya enggak kekejar, apalagi jarak terminal purwokerto dan stasiun lumayan jauh. Kalau ada opsi lain mending pilih kereta yg agak siang.

    • Siti Rahmah says:

      Sebaiknya nginep di Purwokerto mas, kereta api purwokerto ke senen jam 16.30 paginya masih bisa ke Batu Raden dan Small World

      kan

  34. Anggi says:

    hai ka elisabeth, ,
    mau tanya nih,
    1. jika perkiraan sampe homestay jam 5 sore. kita bisa kemana saja ya ka??
    2. apakah ada toko tersendiri ka yang menjual oleh2 dieng disana??
    3. jika kami memutuskan pulang jam 4 sore, perkiraan sampe stasiun purwokerto jam brp ka???
    4. apakah wisata disana dekat-dekat ka???

    mohon pencerahannya ya ka, rencananya saya berdua dengan temen saya mau kedieng tgl 1 des – 2 des malam sudah pulang ke jakarta lagi naik kereta ke senen.

    jika ada temen-temen disini mau backpacker bareng yuk yuk yuk :)
    line saya : debbieanggi

    • halo, saya coba jawab sebisanya ya

      1. kalau sampai dieng jam 5an bisa nyunset di bukit scooter atau nongkrong di candi arjuna. tapi itu kalau cuaca cerah. berhubung udah masuk musim hujan saya nggak yakin jam 5 masih ada yg bisa dilihat, soalnya biasa kabut tebal datang atau malah hujan.

      2. toko oleh2? ada. bahkan kl beruntung bisa lihat proses produksi manisan carica.

      3. waduh, nggak bisa memastikan. tapi kl naik kendaraan umum bisa memakan waktu 4-5 jam. jadi sampai purwokerto malam.

      4. duh, parameter jauh dekat masing2 org beda ya. kl naik motor itungannya dekat, satu kompleks, paling jarak tiap lokasi nggak sampai 10 menit. tapi kalau jalan kaki ya gempor 😀

      semoga jawaban saya bisa membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *