Tips Mudik Bersama Balita Menggunakan Bus

TIps mudik bersama balita

Lebaran sebentar lagi. Bagi para perantau yang ingin mudik, tentunya mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya sejak jauh-jauh hari. Dan hal paling penting yang harus dipersiapkan adalah moda transportasi mudik.

“Mau mudik naik apa?” itu adalah pertanyaan besar yang harus di jawab.

Ada beragam moda transportasi yang bisa dicoba. Mulai dari pesawat yang harganya masih saja melambung tinggi, kereta api yang penjualannya sudah dimulai jauh-jauh hari, kapal bagi yang melintasi lautan, kendaraan pribadi, atau kendaraan umum lainnya seperti bus.

Naik pesawat, naik kereta api, atau kendaraan pribadi, menurut saya ketiga hal tersebut paling nyaman. Tapi jika tidak memiliki kendaraan sendiri atau di kotanya tidak ada bandara dan stasiun, maka mudik menggunakan bus atau travel adalah satu-satunya solusi.

Seperti yang saya alami. Meski anak saya suka banget naik kereta api, kami tetap tidak bisa mudik berkereta. La gimana lagi, wong di kota saya tidak ada stasiun. Makanya saat kemarin anak saya ngotot mudik ke Wonosobo naik kereta saya cuma bisa ketawa.

Etapi kengototannya Renjana serupa doa. Sebelum kembali ke Jogja dari Wonosobo, ternyata saya harus mengantarkan ibu ke Purwokerto. Daripada balik lagi ke Wonosobo dan ngebis lagi ke Jogja keesokan harinya, saya pun memutuskan pulang Jogja naik kereta api dari Purwokerto. Cita-cita si bocah pun kesampaian.

Tips Mudik Bersama Balita Menggunakan Bus

Ngomong-ngomong soal mudik atau bepergian bersama anak, beberapa tahun lalu saya pernah menulis soal tips naik motor jarak jauh bersama balita. Kali ini saya ingin membagikan tips mudik bersama balita menggunakan bus. Kenapa saya merasa perlu berbagi, sebab bepergian bersama balita itu repotnya dobel dan perlu banyak persiapan.

1. Kenali kebiasaan buah hati Anda

Orang tua yang selalu stand by di dekat buat hatinya biasanya sudah hafal dengan kebiasaan harian si kecil. Meski begitu, sebelum bepergian jarak jauh menggunakan angkutan umum sebaiknya Anda memperhatikan kebiasaan anak Anda dengan lebih teliti.

Sebisa mungkin perhatikan hal-hal detil seperti apa yang membuat dia mudah rewel, hal apa yang bisa menggembirakan hatinya, jam berapa dia biasanya tidur siang, makanan apa yang paling disukainya, dll. Hal-hal yang sepertinya sepele ini akan membantu Anda selama di perjalanan.

Misalnya setelah mengetahui kebiasaan tidur si kecil, Anda bisa memilih perjalanan yang sesuai dengan waktu tidur siangnya. Sehingga saat berada di kendaraan anak Anda tidak akan rewel tetapi justru tertidur pulas. Atau setelah mengetahui snack apa yang paling ia sukai, Anda bisa menjadikan snack tersebut sebagai pengalih perhatian saat dia mulai bosan di perjalanan.

2. Berikan penjelasan jauh-jauh hari dan ulang-ulang terus supaya dia paham

Sounding atau memberikan informasi kepada anak sejak jauh-jauh hari adalah hal yang penting dilakukan. Jika Anda berencana mudik naik bus, katakanlah itu kepadanya dua minggu atau seminggu sebelumnya.

Anda bisa menceritakan pengalaman mudik di waktu kecil, atau pengalaman naik bus. Ceritakan juga hal-hal menarik yang bisa ditemui di sepanjang jalan, hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan di dalam bis, dll. Dengan menceritakan itu kepada anak, maka sebuah informasi baru akan tertanam di kepalanya.

Saat tiba masanya muding menggunakan bus, si anak tidak akan kaget. Dia pasti akan merasa bersemangat dan penasaran. Jika orang tua sejak awal sudah memberikan informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, anak pun akan paham.

3. Persiapkan seluruh keperluan si kecil

Mudik bersama balita memang harus siap repot, salah satunya adalah repot membawa “perlengkapan tempur” yang bejibun. Berikut ini daftar perlengkapan yang wajib dibawa oleh orangtua dan tidak boleh terlupa!

  • Makanan (makanan berat dan camilan)
  • Minuman (air putih, susu UHT, dan minuman lain kesukaannya)
  • Mainan (tidak usah terlalu banyak, cukup yang menjadi favoritnya atau yang berhubungan dengan kendaraan sehingga bisa menjadi bahan bercerita di jalan)
  • Pakaian ganti (Meski perjalanan singkat, pakaian ganti wajib ada buat berjaga-jaga kalau anak terlalu gerah atau muntah. Baju hangat juga sebaiknya bawa)
  • Obat-obatan (tolak angin anak, minyak kayu putih, minyak telon, dan obat standar lainnya)
  • Tissu (Tissu basah dan kering)
  • Gendongan (jika anak masih butuh digendong)

Perlengkapan tambahan lainnya bisa kipas (jika naik kendaraan tidak ber-AC), buku cerita untuk mendongeng, selimut dan kupluk (jika jalan malam), dll.

4. Jaga mood orang tua

Perjalanan panjang yang melelahkan ditambah anak yang rewel tentu saja akan menghabiskan energi orang tua. Untuk itu menjaga mood orang tua tetap baik adalah sebuah kewajiban. Sebab jika mood orang tua baik, menghadapi anak serewel apa pun pasti bisa tenang. Tapi jika orang tua sudah uring-uringan, anak pun akan ikutan cranky.

Di sepanjang perjalanan, pastikan Anda bisa bekerjasama dengan partner Anda untuk gantian menjaga balita. Jangan sampai saat anak rewel justru saling menyalahkan satu sama lain. Ingat, tujuan mudik adalah untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Perjalanan mudik tidak seharusnya diisi dengan perdebatan orang tua.

5. Pilihlah Bus yang Nyaman

Kenyamanan adalah modal utama saat mengajak balita mudik. Untuk itu pilihlah bus yang nyaman, bersih, full AC, ada toilet, serta memiliki tempat duduk yang lega dan empuk. Satu hal lagi, pastikan juga sopirnya tidak ugal-ugalan dan santun dalam berlalu-lintas.

Bagaimana cara mengetahui kualitas bus tersebut jika belum pernah mencobanya? Sekarang kan zaman serba canggih. Ada banyak informasi soal bus yang beredar di internet. Salah satu yang mudah dicari adalah info PO bus Budiman via Traveloka. Anda pun tak harus pergi ke terminal untuk booking tiket, sebab kini bus bisa dipesan secara online. Mantul, kan?

Ngomong-ngomong, Lebaran tahun ini Anda berencana mudik atau nggak? Sudah dapat tiketnya?

 

Jogja, April 2019
Ditulis sambil ngemil kuwaci Rebo

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

28 Responses

  1. Aqied says:

    seneng sih udah ada bus yang bisa dibooking via traveloka. tapi kemarin pas dari Bali jadi bolak balik ditelponin terus sama PO Bus nya. yang berubah jam keberangkatan lah, yg bentar2 dicek posisi mulu udah berangkat ke PO atau belum. berasa diinsecure in 😂😂😂

  2. Nchie Hanie says:

    Budiman emang enakeun, aku kalo ke Pangandaran nengok Tante suka pake Bus Budiman juga. Nah sekarang lebih praktis ya, bisa dipesen via online, makin dipermudah aja ya.

  3. Niken says:

    Wah seneng banget ya mbak sekarang mau booking tiket bus nggak perlu repot karena udah ada Traveloka. Aku inget jaman kecil waktu mudik harus beli tiket ke agen, aih repotnya. Btw tipsnya aku save buat kapan² kalo jalan² ama Nimas hehe.

  4. ameliatanti says:

    rencana mudik sih ada, (or ..baru wacana hahhahha)seperti biasa mengandalkan insting di hari terakhir, naik apa atau bawa mobil sendiri saja.

  5. @nurulrahma says:

    Traveloka emang juarak!
    Pokoke kalo mau ngetrip, asik bgt pakai online travel agency ini yak

  6. artha amalia says:

    Bus yang nyaman penting banget dipilih mengingat anak sering rewel kalau gak sesuai keinginannya. Kalau bisa pilih yg berAC dan busnya juga bersih di bagian dalamnya agar suhu sejuk terjaga dan anak bisa tidur nyaman di perjalanan

  7. Bawa anak bepergian itu emang butuh persiapan matang ya Mbak kalau enggak mau kenapa-kenapa. Termasuk kalau naik bus gini. Dan aku belum berani kayaknya ngajak 4 anak naik bus. Lha wong aku sendiri aja suka teler kalo naik bus. Huhu.
    Btw TFS, Mbak :)

  8. Aku udah lama nggak mudik sama anak pakai bus. Tapi kalau pakai bus yang nyaman memang anak jadi lebih senang dan kita juga happy ya mba. Keren sekali TRaveloka bisa pesan tiket bus di sana :)

  9. ophiziadah says:

    Bw balita bepergian jauh apalagi dg bus memang challenging bgt yaa…
    Wajib dipastikan busnya nyaman niih

  10. Lidha Maul says:

    Bus antar kota terdekat dari kota saya cuma dua jam, yang cukup lama <12 jam, tapi belum pernah bepergian jauh dengan bus. Syukurnya masih aman aja, asal dekat jendela dan bisa lihat perjalanan, entah ya kalau jauh, pastinya menantang banget :)

  11. Lina sophy says:

    Inget banget bus budiman, ini mulai operasi di cilacap pas aku sma, anak2 suka ngeledek guru muda namanya pak diman.

    Btw, kalau sulthon entah kenapa akhir2 ini kalau ngebis jadi mabokan, nggak sampai muntah tapi gejala pucet perut masuk angin, mules gitu padahal dari bayik biasa ngebis jogja clp.

  12. Yoanna Fayza says:

    anakku suka banget naik bus, pernah di bawa ke cilacap senengnya ya ampuuun.. tapi emaknya yang mabok hahaaah

  13. niaharyanto says:

    Wah, Keren bisa mudik dengan bus bawa balita. Aku dulu ke mana2 rada susah kalo naik kendaraan umum. Jangankan yang jauh, Deket aja ribet. Jadinya lebih menghindari itu. Baru setelah anak-anak gede deh berani naik kendaraan umum

  14. helenamantra says:

    poin 4 penting tuh. Kalau kitanya enggak tenang, bakal repot menangani anak yang bosan.

  15. Kalau bepergian dengan anak memang perlu persiapan yang matang ya. Kalau anak gak ngerasa nyaman di jalan, biasanya suka rewel, jadi supaya perjalanan tetap nyaman, perlu persiapan yang bener-bener, deh!

  16. ranirtyas says:

    Tipsnya bener banget nih Mbak. Aku udah beberapa kali membuktikan. Tidak pas mudik sih, tapi pas piknik barengan sama orang banyak naik bus. Adaaaa aja tantangannya ngajak balita.

  17. Sary Melati says:

    Aku belum berani sih kalau naik bus perjalanan jauh bawa anak gitu. Soalnya kan gak bisa berhenti semau kita. Dan kalau macet, aku sendiri gak tahan macet hiks. Padahal kayaknya seru ya mengenalkan pengalaman baru ke mereka

  18. echaimutenan says:

    Mba….aku ga sanggup kalau naik bus secara 2 hari semalam di perjalanan. Dulu pernah tapi handsup bawa anak2. Mo nangis rasanya😂😂😂😂

    Jaga mood anak sama ortu penting wkwkwk secara perjalanan lamaaa

  19. nianastiti says:

    Makin banyak fitur bersahabat nih traveloka, mayan bisa pesan tiket bus juga jadi nggak kawatir kehabisan :)

  20. Pantas ya aku cari-cari kereta ke Wonosobo kok nggak ada Ternyata memang tidak ada jalurnya hehe. Duh beruntungnya jadi orang Wonosobo ya, daerahnya indah dimelilingi gunung-gunung.

  21. Aku mudik dari Jakarta ke Madiun (mertua) an Kediri (ortu) sudah pernah segala moda Mbak..termasuk bus juga
    Memang bener yang utama siapin anak-anak dulu..Jadi mereka akan merasa nyaman di perjalanan

  22. saraneyrhiza says:

    wah, aku salut yang kuat bawa balita naik bus untuk mudik..nggak bisa bayangin pegelnya..

  23. akuchichie says:

    Enak banget ini mau mudik, aku selalu iri sama yang pada mudik karena aku gak pernah mudik. Keperluan anak saat mudik itu yang paling penting karena semua demi kenyamanan dia di perjalanan. Apalagi kalau naik bus pasti ada macet jadi biar gak bosan kudu siap segala macam jurus.

  24. Aprillia Ekasari says:

    Nah mood org tua itu sama mood anak emang berhubungan. Masalahnya anak rewel, ortu jd bete, ortu bete, anak tambah rewel haha.
    Yaaa kalau bepergian sama anak, apapun kendaraannya emang butuh kesiapan mental dan sabar yaaa 😀
    Tentu saja bekel2 yang bikin anak happy kudu dibawa, kyk camilan favoritnya, misalnya 😀

  25. agi tiara says:

    izin bookmark sebagai bekal kelak kalo udah punya anak *elus-elus perut*

    tapi sebagai abus alias anak bus, sebenernya aku lebih nyaman naik bus ketimbang moda transportasi darat lainnya (kecuali kereta ya) karena bus itu lega dan bisa ngobrol sama banyak orang. meski kadang kalo perjalanan malam suka semriwing bau minyak angin hihihi

  26. Sepeda.Me says:

    Bawa bantal biar lebih nyaman bu, hehe..

  27. tatakata says:

    Jgn lupa bawa camilan dan susu buat si kecil biar ga kelaparan di jalan hehe

Sharing yuk!